Bodohlah untuk bisa menjadi atasan….

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 10-02-2011

Selalu saja tengah malam seperti ini, segala curahan keluhan, kekesalan, kebekuan pikiranku tercurah di sini. Masih terpikirkan ucapan seorang rekan di kantor yang mungkin saja ada benarnya. Banyak hal dan persoalan dalam pekerjaan yang mampu aku selesaikan dengan cara-cara yang efektif dan efisien. Namun ternyata justru itu lah yang jadi penyebab aku masih berada pada derajat seperti sekarang ini dalam pekerjaanku…..seorang kuli ketik bahasa komputer yang harus mampu memecahkan segala masalah yang dihadapi dalam dunia IT…

Awalnya seperti biasanya aku saling berbagi ilmu dan skill dengan rekanku ini, karena memang hanya dengan dia diskusi lebih bernilai dan bermanfaat ketimbang diskusi dengan teman yang lain atau bahkan atasanku sekalipun. Sharing singkat ini tentang penggunaan sebuah tool (baca : software) untuk mempermudah penyelesaian pekerjaanku. Hanya dalam hitungan jam, pekerjaan yang seharusnya aku selesaikan dalam 5 hari, tuntas hari itu juga. Begitu aku share tentang ini padanya, satu kalimat yang terlontar membuatku terpikir hingga posting ini ku-publish , “Makanya lu ga bakal bisa jadi atasan, karena ‘punya kemampuan’” (**kata asli nya ku sensor untuk menghindari kesombongan ). Mungkin kalimat itu hanya kalimat candaan dan asal ‘nyeplos’, tapi aku justru berpikir sebaliknya. Thanks sobat, kau telah membuatku pikiranku terbuka….

Aku baru menyadari mungkin ucapan rekanku itu ada benarnya. Orang yang memiliki kemampuan akan ditempatkan pada posisi sesuai dengan kemampuannya, sedangkan orang yang mampunya hanya menyuruh, memerintah, dan mengomentari, pasti akan ditempatkan oleh management perusahaan di posisi yang layak untuk memerintah, ….ya iyalah, kan emang sesuai dengan kemampuannya itu . Hmmmm….sebuah dilema memang. Seolah-olah jika kita jadi orang berilmu, justru kita diinjak-injak orang yang berkuasa meskipun tidak memiliki ilmu apapun selain menginjak2 itu.

Aku sudah bertahun-tahun (***lebay) malang melintang di dunia IT ini dan semua atasanku ternyata seperti itu. Bodohnya, aku baru menyadari kenyataan ini sekarang. Aku belum pernah memiliki atasan yang mengerti pekerjaanku. Tapi yang sok mengerti…kayaknya hampir semuanya.  Tidak jarang aku menemui otak pola pikir atasan yang konyol, aneh dan membuatku merasa sebagai orang paling bodoh dalam dunia digital ini. Misalnya kalimat, “Ntar aplikasinya kita taruh di IIX internasional aja” atau pertanyaan “Hah, kita keserang SQL Injection? dari mana hackernya bisa tau username dan password kita???” . Belum lagi kalo bentuknya instruksi yang rasanya aku pengen tutup kuping biar ga ketularan bego, “Ah, security web itu ga urgent…itu ga prioritas ngapain kamu buang2 waktu?. Kerjakan yang penting2 aja”.

Ini sesuatu yang menyedihkan tapi inilah kenyataan. Kenyataan bahwa untuk menjadi seorang atasan/bos/manager/direktur ,atau apalah istilah2 keren lainnya, justru tidak perlu memiliki kemampuan di bidangnya. Toh dia kan punya anak buah yang pasti memiliki skill tinggi karena telah difilter melalui proses recruitment.

Refleksi Awal Tahun Pekerja Malam

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 18-01-2011

Sudah hampir 90 malam aku berkeliaran di dunia antar-jaringan (baca:internet) sampe jam 3 – 4  pagi seperti ini. Gila emang, tapi emang baru jam segini aku baru punya waktu untuk mengerjakan project-project yang menumpuk di Ruang Project Management Cyber Office . Rutinitas ini mungkin akan seterusnya aku jalani sampai dengan rumah mungil impianku bisa terbeli. Sampai saat ini pun aku masih bersyukur dikaruniai tenaga dan spirit yang sedikit lebih tinggi derajatnya dibanding teman-teman lain yang maksimal hanya mampu menopang kelopak mata sampai jam 11 malam.

Kepenatanku memang mulai jarang aku rasakan semenjak kehadiran Qila, putri kecilku. Ini sebenarnya berbahaya karena, kata orang, kebanyakan sakit tipes akibat kecapekan diawali dari rasa lelah yang tidak pernah dirasakan. Berangkat ke kantor ‘resmi’ jam 8 pagi, pulang jam 6 petang memang capek. Tapi seketika capekku hilang saat Qila membentangkan kedua tangannya untuk digendong.

Tahun ini harus diawali dengan semangat. Mungkin semangat itu sendiri harus diawali dengan semangat untuk resign , eh maksudku semangat untuk mendapatkan penghasilan yang lebih manusiawi . Tahun lalu banyak kegagalanku yang mestinya bisa diantisipasi. Namun kecerobohan demi kecerobohan pemikiran telah membuatku dan keluarga yang kupimpin terpuruk. Introspeksi?? itu kan hanya istilah yang gampang diucapkan. Namun kalau ditanya “apa yang kamu lakukan setelah introspeksi?” …”kata ustadz ya jangan dulangi lagi di masa depan!” . Nope!, memperbaiki sesuatu kesalahan bukan hanya dengan melakukan hal yang sebaliknya di masa depan. Akan tetapi harus mengatasi akibat dari kesalahan yang lalu dulu barulah melakukan hal yang sebaliknya di masa depan. Karena kesalahan yang telah dilakukan tetap harus dipertanggung jawabkan.

Ini saatnya aku harus berpikir untuk bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahanku selama setahun terakhir. Ini bukan hal yang mudah. Mungkin untuk memperbaikinya membutuhkan waktu tidak hanya 1-2 tahun, tapi mungkin juga bertahun-tahun. Manusia memang tempatnya salah dan lupa, tapi bukan berarti itu bisa dijadikan prinsip agar kita mudah termaafkan setelah melakukan kesalahan. Waspada dan kehati-hatianlah sebenarnya yang layak dijadikan prinsip….

Hadirnya sang pembakar semangat….

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 09-11-2010

Setelah sekian lama ‘melupakan’ dunia bloging, hari ini aku kembali menyambangi kediaman cyberku ini. Meskipun banyak yang mesti dibenahi di sana-sini karena lama tidak terurus, hati ini masih sedikit lega kediaman ini belum ambruk…

Semenjak kelahiran putriku yang manis Sabrina Aqila Putri pada tanggal  3 Sept 2010 kemarin, waktuku lebih banyak alokasikan untuk mengurus anak dan keluarga tercinta. Mulai dari pindahan kontrakan karena sudah pasti keluargaku membutuhkan ruang gerak yang lebih luas, mencari2 usaha sampingan, hingga mencari lowongan pekerjaan baru yang bisa memberikan gaji yang sedikit manusiawi. Dua bulan sudah putriku ini lahir ke dunia. Meskipun baru seumur masa aktif pulsa seluler, dia terpaksa sudah harus mengalami berbagai masalah dan menempuh perjalanan2 jauh. Semoga dia bisa kuat menjalaninya.  Kata orang, anak pertama biasanya memiliki rejekinya sendiri yang harus segera dicari oleh ayahnya. “Ayah berjanji, nak. Hakmu itu akan ayah raih untukmu. Doain ayah ya..

Refleksi 3 dekade di dunia

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 01-08-2010

Kembali jari2 ini ku hentakkan untuk merefleksikan perjalanan hidupku yang telah memasuki dekade ke-3. Angka keramat di kalender hari ini dengan sendirinya menampar wajahku agar bangun dari keterlenaanku tentang cepatnya perjalanan waktu. Tiga dekade bukan waktu yang sebentar jika dihadapkan dengan tantangan dunia yang begitu keras.  Waktu bukan sesuatu yang bisa dihabiskan dengan bermain-main. Seharusnya di umur ini aku sudah harus bisa bertindak sebagai khalifah yang benar, bukannya malah berpangku tangan menunggu keluarga yang aku pimpin dilindas kerasnya dunia.

Kebanyakan orang berpandangan sempit tentang sebuah peringatan ulang tahun. Sebuah peringatan ulang tahun dianggap sebagai perayaan, namun buatku peringatan ulang tahun, sebagaimana dia disebut, adalah sebuah peringatan reguler bahwa tahun telah berulang di tanggal kelahiran manusia itu di dunia agar manusia itu sadar bahwa dia telah mendekati saat di mana tahun kembali berulang baginya di alam kubur. Dengan alasan itulah mengapa aku tidak pernah mempublikasikan tanggal lahirku di komunitas manapun aku berada, termasuk di jejaring sosial manapun aku terhubung. Bukan berarti ga pengen ditagih traktiran, hahaha…

Setahun ini sepertinya sedikit sekali hal yang telah aku lakukan dan aku hasilkan. Hanya pernikahan yang aku anggap sebagai suatu kemajuan di tahun ini. Selebihnya hanya jalan di tempat. Aku seolah hanya berdiam diri sementara dunia berputar dengan kerasnya dinamika di dalamnya. Waktu tidur yang sudah aku mampatkan menjadi hanya 3 jam sehari tidak juga mampu membuatku mampu mengejar ketertinggalanku dalam untuk mengimbangi dinamika perputaran dunia ini. Hebat benar kuasa Tuhan ini! Namun kuasa Tuhan tentunya selalu adil, perputaran dunia yang begitu kerasnya selalu diimbangi dengan kemampuan yand diberikan kepada manusia untuk mengatasinya.

Berusaha menikmati cobaan

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 12-07-2010

Menengok kembali surga cyberku ini membuatku sedikit merasa bersalah. Sudah hampir 2 bulan ternyata aku tidak menuliskan apapun di sini . Bukannya tidak ada yang bisa dicurahkan, tapi memang hampir tidak ada waktu untuk mencurahkannya. Semenjak istriku hamil, praktis hampir seluruh waktuku hanya tercurah untuk keluarga dan pekerjaan di kantor. Laptopku saja baru bisa aku sentuh di atas jam 10 malam, itupun digunakan untuk mencari tambahan penghasilan (*meskipun ga dapet-dapet ) dan mempelajari teknik-teknik pemrograman baru. Praktis waktu tidurku hanya 3 jam dalam sehari selama lebih dari setengah tahun ini. Layar Lucidku baru aku shut down jam 3 pagi, dan aku harus bangun kembali jam 6 pagi  kalau tidak ingin kena SP dari atasan karena sering telat. Subhanallah, aku masih diberi kekuatan untuk tidak jatuh sakit sampai kalimat ini aku tuliskan di sini .  Yang ada dalam tekadku saat ini, apapun akan aku lakukan untuk memberikan kebahagiaan kepada istri dan putri manisku yang akan lahir bulan depan …Insya Allah.

Waktu berjalan sangat cepat ternyata. Rasanya baru saja aku terkejut bahagia setelah istriku mengaku hamil 1 bulan, ternyata ini sudah bulan ke 7 sejak keterkejutanku itu. Padahal aku mempersiapkan apapun, bahkan nama untuk putriku pun masih belum terlintas di benakku. Aku terlalu larut dalam kesibukan mengemis rejeki dan belas kasihan Sang Maha Kaya. Janji-Nya untuk merubah nasibku apabila aku berusaha sekuat tenaga untuk itu, terus aku pinta demi kebahagiaan anak dan istriku. Meskipun pada kenyataannya justru sebaliknya. Cobaan silih berganti menerpa keluarga kami. Mulai dari tidak dibayarnya gaji istriku selama 4 bulan, banyaknya pengeluaran keluarga yang tak terduga, dan sampai dengan isu bahwa perusahaan tempatku bekerja akan gulung tikar. Semuanya tentang materi memang, tapi bagiku tiada kebahagiaan tanpa kecukupan materi. Bahkan ketidakcukupan akan mendekatkan kami kepada kekufuran.

Semuanya telah aku pasrahkan pada Pemilik Jiwa kami. Apalah artinya tenagaku untuk mengatasi ataupun mengantisipasi itu semua, namun aku percaya itu hanyalah sedikit lemparan ion atom ke atas kepalaku untuk menguji apakah kami pantas mendapatkan kasih sayang-Nya.

Cantiknya Lucid Lynx…Love You So Much

Posted by fightmaster | Posted in IT, Just Diary | Posted on 15-05-2010

Setelah lama bertahan hidup bersama Karmic, akhirnya lahir juga si cantik Lucid Lynx . Dengan gelar LTS-nya alias Long Term Supportnya telah membuatku tanpa berpikir panjang untuk meminangnya dari repository http://ubuntu.pesat.net.id. Begitu terpesonanya aku terhadap kecantikannya, hingga aku bahkan rela cuti kerja hari ini agar dapat menikmatinya sepanjang long weekend ini . Librarynya semakin lengkap , apalagi dengan setting Compiz manager nya yang semakin mudah.

Bluetooth Modem GPRS/EDGE/3G di Ubuntu 10.04 (Lucid Lynx)

Satu hal lagi yang membuatku semakin mencintainya, deteksi mobile wireless network melalui koneksi bluetooh yang sebelumnya agak sulit dilakukan saat bersama karmic, apalagi saat bersama Jaunty.  Entah aku yang bloon atau librarynya yang belum sempurna , yang jelas, aku harus menggunakan wvdial untuk dapat terkoneksi ke Internet setelah terkoneksi melalui device /dev/rfcomm0. Akan tetapi, si Lucyd telah memberikan kemudahan cukup dengan mencari bluetooth mac address handphoneku di terminal dengan command : selengkapnya »

Fightmaster Junior menyapa

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 13-01-2010

Kebahagiaan orang-orang pada pesta tahun baru 2010 kemarin, tidak bisa mengalahkan kebahagiaanku saat ini.  Setitik cikal bakal “fightmaster junior” berumur 1 bulan  pada foto USG rahim istriku membuatku tidak mampu berkata-kata lagi selain “alhamdulillah”. Benar, istriku hamil! Jika Allah mengijinkan, 8 bulan lagi aku akan menjadi seorang suami yang berlabel ‘Bapak’. Maha Besar Engkau, Wahai Maharaja Arwahku.

Impian kami untuk menjadi keluarga yang lengkap telah meningkat satu fase. Aku bahkan tidak peduli lagi dengan padatnya jadwal kesibukan, banyaknya tanggungan pekerjaan di kantor maupun project2 sampingan yang telah mendekati deadline. Yang ada dalam pikiranku saat ini hanyalah bagaimana memanjakan istri dan jagoan cilik ini.  Tanpa aku sadari, rejeki si junior ini pun telah diturunkan oleh Allah bersamaan dengan terciptanya sang insan.  Post ini aku tuliskan untuk sedikit mencubit kesadaranku. Jika suatu saat aku dapat membaca kembali tulisan ini, artinya saat ini aku tidak sedang tidur dan bermimpi indah. Seorang bajingan seperti aku bisa memiliki keluarga yang begitu bahagia, aku tidak sedang bermimpi kan? Ya Allah, jika aku sedang bermimpi, kumohon jangan bangunkan aku selamanya dari mimpi ini.

Ketika kebahagiaanku tiba

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 20-12-2009

Wuaaaahhh…lama banget aku ga ngeblog. Sejak post terakhir tentang kekecewaan Ramadhan atas diriku. Kesibukan-kesibukan harian telah membuatku meninggalkan surga cyberku ini.

Di akhir Ramadhan kemarin kulepaskan masa lajangku dengan menikahi bidadari hatiku di sebuah kota santri. Kehidupanku berlanjut dalam sebuah keluarga kecil bahagia di tengah padat dan sumpeknya kota metropolitan ini. Tiga bulan telah terlewati tanpa terasa karena kebahagiaan ini. Kehidupan religius pelan-pelan mulai aku jalani atas bimbingan istri tercinta dalam menata hati ini. Tiada lain yang pantas aku lakukan selain bersyukur atas anugerah ini.

Di sisi lain, pekerjaan di profesiku mulai berdinamika. Diangkat menjadi karyawan tetap, namun justru turun posisi. dengan alasan skill dan kemampuan yang minim.  Atasan pun berpindah tangan dari yang bertipe think smart ke atasan yang bertipe work hard (mengutip istilah rekan kerja). Sebagian teman-teman yang bekerja di luar perusahaan ini beranggapan aku begitu bodoh karena masih saja tidak mau bersyukur atas kemapanan pekerjaan yang telah aku raih. Tapi bagiku, ini bukan mapan tapi bunuh diri. Berkutat sebagai seorang ahli dengan atasan berpengetahuan nol tentang bidangku. Walhasil, selalu saja beda pendapat terjadi dan berujung pada pertengkaran yang nggak penting. Keputusan di tangan atasan, akan tetapi kalo ada masalah dengan keputusannya, aku yang harus membereskan dengan alasan itu tanggung jawabku. Bertahan untuk sementara waktu, mungkin itu yang bisa aku lakukan saat ini sambil menunggu waktu yang tepat untuk melambungkan e-nixsoft dalam genggaman tangan kami sendiri bersama teman2 seperjuangan….seperjuangan dalam menjalani kehidupan keras metropolitan.

Namun ini hanya masalah kecil. Tidak akan pernah menjadi sebuah halangan yang berarti bagi kebahagian rumah tangga yang aku bangun.  Rejeki di tangan Sang Pencipta Nafsu, bukan ditangan atasanku ataupun perusahaan. Itu yang selalu aku yakin dan akan terus aku yakini.

Ramadhan ini kecewa terhadapku.

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 10-09-2009

Ramadhan kembali hadir dalam rentang umurku, penuh dengan suka cita dan nuansa sakral yang menyertainya. Aku masih terkungkung dalam rutinitas keduniawian yang tiada pernah habisnya. Materi, kesombongan dan kemaslahatan diri masih membelenggu diriku dengan label “mencari sesuap nasi”. Berbagai peringatan dari Penguasa Alam berupa kecelakaan lalu lintas sampai dengan berbagai bentuk kehilangan materi, tidak juga membuatku mampu membersihkan kerak hitam yang menutupi hatiku dari cahaya Ilahi. selengkapnya »

Kejenuhan kembali melanda

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 12-07-2009

Malam  ini kembali saya dilanda kejenuhan dalam rutinitas hidup yang monoton. Dinamika yang terjadi dalam hidup saya sampai dengan saat ini masih berjalan di tempat. Ditambah lagi dengan pekerjaan-pekerjaan membosankan di kantor yang tidak kunjung usai. Project-project pengembangan dari developer terdahulu yang masih dengan logika-logika “cupu” dilengkapi dengan nihilnya dokumentasi, user-user yang tidak jelas keinginannya, disempurnakan dengan sarana development yang pas-pasan membuat saya semakin bad mood. Beberapa upaya saya untuk menimbulkan sedikit riak dinamika dalam aliran konstan hidup saya pun sia-sia. Hampir dua tahun saya habiskan umur di Jakarta dengan kehidupan yang masih begini-begini saja. selengkapnya »