3 bulan setelah ejection seat

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 05-04-2009

Sebenarnya tulisan ini ingin saya blog-kan pada tanggal 1 maret kemarin. Ya…tepat 3 bulan setelah ejection seat saya lontarkan dari Satu-satunya, dan memulai penerbangan saya yang baru. Akan tetapi kesibukan di Perusahaan yang baru membuat saya tidak sempat melakukannya saat itu. Saat ini seluruh karyawan seperjuangan saya di tim teknis Satu-satunya telah meng-eject seat-nya masing-masing dan menjalani penerbangan mereka dengan berbagai dinamika dan liku-liku kehidupan mereka yang beragam. Sementara saya, alhamdulillah, telah menemukan kenyamanan di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. selengkapnya »

Tahun Pertama di Jakarta mengajarkan komitmen

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 01-01-2009

Tahun 2008 baru saja terlewatkan tadi malam. Tahun yang penuh dengan dinamika dalam kehidupan saya. Lingkungan kerja yang berat dan tidak sesuai hidup saya, perjalanan cinta yang telah mencapai pelabuhan baru sebagai harapan akhir, persahabatan dan persaudaraan baru yang erat, semuanya tampil dalam slideshow kehidupan saya di tahun 2008. Di luar itu, beberapa kejadian juga terjadi di sekitar saya yang banyak memberikan pelajaran tentang komitmen. Mulai dari penghancuran komitmen kerja yang menyebabkan saya terpaksa hengkang dari perusahaan yang lama sampai dengan sebuah ikatan semu dua insan yang oleh pengikatnya disebut komitmen akan tetapi saya menyebutnya sebagai komitmen loncatan menuju komitmen lain . selengkapnya »

Fast Adaptation to Survive

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 10-12-2008

It was more than a week ago I left the old company with my ‘ejection seat’. Now I have work at another bigger company with my big ambitions. I know it’s too early to assume that the company has a better management than the old one . I realize that every environment has good and bad sides. But I feel my new company is a better environment for me, for now . Better feel, better job, better salary , and better challenge make me excited to survive here.

In several my starting days, I felt so missed my friends in the old company . Of course it strikes my heart because of our strong bond of brotherhood for a long time couldn’t be forgotten as soon as it . But later it isn’t a problem. Everybody has a right to determine his/her life destination with the way to reach it. But brotherhood and friendship would never die even after ejection seats spread .

We’ll see…what will happened then. Nobody can predict anything in the future even me. I still run and see the environment. I hope it would be my last airport…

Kursi-kursi yang lain mulai berlontaran….

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 26-11-2008

Setelah saya mengajukan pengunduran diri pada Akhirnya Kursi Pelontar itu dilontarkan.. , beberapa rekan yang lain pun segera berontaran keluar dengan ejection seat mereka masing-masing. Maka kursi-kursi yang lain pun mulai berlontaran keluar dari penerbangan yang awalnya begitu tenang ini.

Sepulang melaksanakan tugas mempertebal muka lanjutan posting sebelumnya dari Semarang dan Surabaya, sebuah forwarded email dari partner kerja saya dalam team bertengger di posisi paling atas dalam daftar mail saya. Gila…..!! sebuah pengunduran diri lagi..bertambah lagi alumni perusahaan ini untuk yang kesekian kalinya. Lebih parah lagi, kali ini karyawan yang keluar adalah karyawan yang paling senior masa kerjanya di level kami.

Pukulan telakkah ini bagi perusahaan? Saya meragukan itu. Saya belum melihat adanya perbaikan kesadaran di pihak manajemen. Dengan arogansi mereka yang berlebihan saya yakin ini hal yang paling membahayakan bagi mereka. Karyawan yang paling senior saja memutuskan untuk mundur, itu artinya bagi karyawan yang lain tidak akan ada lagi pertimbangan lebih jauh dalam melihat kemungkinan untuk bertahan di perusahaan ini. Tidak akan ada lagi orang yang bisa dijadikan pembanding bahkan untuk sebuah kalimat “dia aja masih bertahan”. Semoga saja manajemen masih waras untuk tidak mempertaruhkan arogansi mereka dengan kemungkinan perusahan ini hanya tinggal nama di awal tahun depan.

First Time in Borneo..recorded

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, Sosial Budaya | Posted on 17-11-2008

Berlomba menuju pintu keluar

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 11-11-2008

Sebuah SMS masuk ke handphone saya siang ini. Tertera nomer seorang rekan kerja dengan isi pesan berikut :
"Ok, selamat bergabung dengan PT *** ********* per tanggal 1 Desember 2008. thanx udah nungguin aku, so kita bisa cabut bareng".
Pesan ini maksudnya kesimpulan dari wawancaranya dengan perusahaan lain. Artinya bertambah satu lagi karyawan perusahaan ini yang hengkang karena kegagalan manajemen perusahaan. Dan ini juga berarti proses crash landing yang sering saya ceritakan semakin tajam .

Saya sangat menyayangkan pihak manajemen yang tidak juga mau mengintrospeksi gejala ini. Jika di review kembali sejak tulisan saya berjudul Awal Kejatuhan Perusahaan di Fightmaster Thinking dulu sampai dengan saat saya menuliskan ini, sudah 7 orang karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan. Entah berapa karyawan lagi yang akan mengundurkan diri dari perusahaan ini. Warning dari beberapa bagian middle management yang secara fungsional bersentuhan langsung dengan kami tidak juga diperhatikan oleh pihak manajemen.

Prediksi saya, tahun depan formasi karyawan di perusahaan ini akan berisi wajah-wajah baru dari hasil rekrutmen. Itu pun kalau perusahaan ini masih ada. Akan tetapi, wajah-wajah baru itu akan menjadi seperti ini juga kelak jika tidak ada perubahan pada manajemen dan sistem kerjanya. Kita lihat saja nanti…sepertinya menarik untuk diikuti perkembangannya…

Akhirnya kursi pelontar itu dilontarkan…

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 10-11-2008

Hari minggu dini hari tanggal 09 November kemarin, pernyataan pengunduran diri saya dari perusahaan  saya kirimkan secara resmi melalui email. Dan artinya ejection seat yang selama ini dipersiapkan pun akhirnya dilontarkan.

Yang Terhormat
Presiden Direktur dan Presiden Komisaris
PT *** ****** ********
di tempat

Seiring ketidaksesuaian visi dan misi saya dengan perusahaan ini dan masih banyaknya rencana masa depan saya yang perlu saya raih, dengan berat hati bersama ini saya :

Nama : Adhie Utomo

Jabatan : Software Engineer PT *** ****** ********

menyatakan mengundurkan diri dari PT *** ****** ******** per tanggal 1 desember 2008.

Pengunduran diri saya ini telah melalui proses pertimbangan yang matang dan diputuskan dengan penuh kesadaran tanpa intervensi dari pihak manapun. Sisa waktu saya di PT *** ****** ******** akan saya manfaatkan untuk menyelesaikan project-project yang saat ini sedang berada dalam tanggung jawab saya. Saya sangat berterima kasih kepada manajemen PT *** ****** ******** yang telah memberikan kesempatan kepada saya berkembang bersama perusahaan ini.

Demikian surat pengunduran diri saya. Terima kasih atas pengertian dan kerjasamanya selama ini.

Hormat saya,
Adhie Utomo

Fiuh…akhirnya seluruh kekuatanku untuk bertahan di perusahaan ini telah habis. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang harus dipersalahkan. Perusahaan memiliki budayanya sendiri, sedangkan saya memiliki cara sendiri dalam menentukan jalan hidup saya. Tuhan menentukan jalan hidup saya harus seperti ini dan inilah yang harus dilalui.

Berat sungguh hati saya meninggalkan rekan-rekan kerja di perusahaan ini yang  telah memiliki tali persaudaraan yang begitu kuat. Begitu kuatnya tali persaudaraan ini hingga tingginya gaji yang ditawarkan beberapa perusahaan lain pun belum bisa membuat saya tergiur untuk segera meninggalkan perusahaan ini. Persahabatan dan persaudaraan yang indah masih merupakan pertimbangan utama saya dalam menentukan langkah hidup selanjutnya. Namun kenyamanan kerja yang tidak mendukung membuat saya terpaksa memutuskan harus meninggalkan perusahaan ini dengan harapan persaudaraan ini masih tetap terjalin selamanya .

Buat rekan-rekan kerja, maafkan saya atas keputusan ini . Semoga segala sesuatunya menjadi lebih baik untuk saya, kalian, dan perusahaan ini.

Di Garis Depan dalam Perang melawan Malu

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 02-11-2008

Sebuah instruksi datang ke meja saya beberapa waktu yang lalu. Perjalanan dinas ke Palangkaraya dan Banjarmasin dalam rangka training sebuah software. Padahal saat itu bahkan saya tidak pernah tahu kalau software itu ada apalagi melihat tampang manisnya di monitor saya. Bisa dibayangkan, memberikan training kepada tim IT sebuah instansi di Palangkaraya dan Banjarmasin tentang software yang tidak pernah saya ketahui wujudnya. Sama dengan menyerahkan diri saya untuk dipermalukan di depan para tokoh IT berbekal kalimat “ah, itu kan software gampang. Mudah bagi kamu” dari sang pemberi instruksi.

Dan dugaan saya terbukti. Software tersebut masih jauh dari level 50%, boleh dikatakan masih memalukan untuk dipresentasikan di depan para ahli sistem informasi daerah itu yang bahkan sudah bisa melayani sistem pembayaran on-line bagi masyarakat daerahnya. Apalagi software ini ditargetkan untuk diimplementasikan secara nasional di 11 propinsi . Tapi ya sudahlah, yang namanya instruksi dari atasan ya harus dilaksanakan dengan dedikasi tinggi seberapapun memalukannya. Hujanan protes dan hinaan mengenai software ini pun terpaksa diterima meskipun di dalam hati tidak nyaman karena bagaikan menerima hukuman atas pidana yang tidak saya lakukan.

Sementara itu, prediksi saya tentang mundurnya 1 orang karyawan di bulan ini ternyata sedikit meleset. Tanpa diduga, 2 orang karyawan yang mengundurkan diri . Progress logaritmik crash landing perusahaan lebih tajam dari perkiraan saya. Sebuah pesan singkat tersirat dari penerjunan mereka, “selamat menikmati penerbangan indah anda, semoga selamat sampai di tujuan “…

Manajemen Brilian Menuju Crash Landing

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary, company | Posted on 21-10-2008

Lama sudah saya tidak nge-blog sejak libur lebaran kemarin. Lebaran tahun ini begitu indah. Bertemu dengan keluarga, sanak family meskipun jauh di kampung halaman yang untuk menjangkaunya saja harus berkorban sakit pinggang karena lamanya perjalanan dan puasa lanjutan karena gaji sudah habis untuk berlebaran. Sangat terasa betapa berharganya waktu liburan yang singkat ini.

Liburan selesai, kemudian aktivitaspun dimulai kembali dengan load pekerjaan romusha yang begitu menguras pikiran dan tenaga. Perusahaan tidak mau dirugikan karena harus membayar THR untuk karyawan. “Berlibur kok malah dibayar oleh perusahaan, mestinya kan gajinya malah dipotong karena ga masuk kerja”, begitu pendapat para pemegang kendali perusahaan tempat saya bekerja. Akhirnya karyawan harus bekerja siang dan malam tanpa lembur dengan alasan gajinya bulan ini lebih banyak.

Sungguh pemikiran yang “brilian” untuk manajemen perusahaan ini. Cukup untuk membuat 2 orang karyawan mengundurkan diri sekaligus bulan ini, dan 1 orang lainnya untuk bulan depan. Sementara itu, ejection seat saya sudah di depan mata. Tinggal menunggu sumbu dinamit terbakar habis…lalu berakhirlah sudah serial perusahaan ini di Fightmaster Explore. Bayang-bayang “crash landing” yang akan dialami perusahaan ini semakin nyata dengan perkiraan waktu yang progresif semakin dekat. Lalu munculah daftar produk-produk MIcrosoft di dalam benak saya saat ini : ” OUTLOOK for another OFFICE from my WINDOWS ”

Home sweet home

Posted by fightmaster | Posted in Just Diary | Posted on 29-09-2008

Tanggal 26 september, akhirnya tiba saatnya tiket bis karina di tanganku sudah harus mengantarku pulang ke kampung halaman di Jawa Timur . Jam 1 siang, saya dan 2 orang rekan yang kampung halamannya searah denganku sudah standby di ‘kandang’ bis Karina di kawasan Lebak Bulus. Akan tetapi sampai dengan jam 2 siang belum ada tanda-tanda keberangkatan…. Saya lalu konfirmasi ke bagian ticketing tentang keterlambatan ini. “Maaf pak, bisnya sedang diperbaiki di belakang, nggak tau sampai kapan. Mohon ditunggu aja pak”…wah kayaknya bakalan jadi perjalanan mudik yang kacau nih. Bayangkan kalau kerusakannya kumat lagi dalam perjalanan, bisa-bisa kami lebaran di jalan. Waktu berjalan terus ditengah teriakan perut dan usikan emosi di bulan puasa ini. Jam 3..jam 4..jam 5..dan bis yang sok selebritis itu pun akhirnya bertengger juga di area keberangkatan. Alhamdulillah, akhirnya kami tidak perlu berbuka puasa ataupun sahur di ruang tunggu.

Perjalanan kami ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Lancar dan nyaris tanpa hambatan. Syukurlah bayangan kemacetan puncak arus mudik tidak terjadi pada kami. Bahkan bis yang saya tumpangi masih sempat mampir di sebuah rumah makan di tepi pantai Tuban. Ada kesempatan bagiku untuk berfoto  di pantai sekedar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan  lagi. Pukul 2 siang keesokan harinya, bis sudah memasuki terminal Purabaya Surabaya, dan jam 5 sore saya sudah tidur-tiduran di kasur kesayanganku sambil menunggu waktu berbuka puasa dengan menu-menu kesukaanku . Home sweet home…akhirnya perjalanan melelahkan terlampaui sudah. Lebaran indah akan tiba beberapa hari lagi bersama orang tua dan adik-adikku tersayang..